Tentang MWA UI

Pendidikan Tinggi (Dikti) memberikan status otonom kepada Universitas Indonesia status otonom dalam pengelolaan kebijakannya yang dirangkum dalam UU No. 12 Tahun 2012, dimana selanjutnya melahirkan PP No. 68 Tahun 2013 atau yang juga dikenal dengan sebutan STATUTA UI. Peraturan ini merupakan landasan UI dalam menjalankan kegiatan akademis dan non akademis. STATUTA UI memberikan arahan umum untuk UI melalui Kebijakan Umum (KU), Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Strategis (Renstra), hingga arahan paling detail, yaitu Rencana Kegiatan Anggaran (RKA). Pada Statuta UI, dijelaskan sebuah organ tertinggi yang khusus mengurusi permasalahan non-akademis di UI, yaitu Majelis Wali Amanat (MWA UI).

Tugas MWA UI berdasarkan Pasal 16 PP Nomor 152 Tahun 2000 adalah :
(a) Mengesahkan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Universitas 
(b) Memelihara kondisi kesehatan keuangan universitas;
(c) Menetapkan kebijakan umum universitas
(d) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian umum atas pengelolaan universitas
(e) Bersama Pimpinan universitas menyusun dan menyampaikan laporan tahunan kepada Menteri
(f) Melakukan penilaian atas kinerja Pimpinan universitas;
(g) Mengangkat dan memberhentikan Pimpinan universitas
(h) Menangani penyelesaian tertinggi atas masalah-masalah yang ada dalam universitas

Menurut Pasal 22 Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI, MWA beranggotakan 17 (tujuh belas) orang, yang terdiri atas :

  1. Menteri
  2. Rektor
  3. Unsur dosen 7 (tujuh) orang
  4. Unsur masyarakat 6 (enam) orang
  5. Unsur tenaga kependidikan 1 (satu) orang
  6. Unsur mahasiswa 1 (satu) orang

Semua elemen dalam MWA UI tersebut diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek DIkti) berdasarkan usulan Senat Akademik (SA) Universitas untuk masa jabatan 5 tahun, kecuali dari unsur mahasiswa yang masa jabatannya hanya satu tahun.

Unsur dosen dan masyarakat dipilih oleh SA, sedangkan unsur tenaga kependidikan dipilih secara demokratis oleh seluruh tenaga kependidikan, dan unsur mahasiswa dipilih melalui mekanisme Pemira UI sejak tahun 2015 lalu.

0